Avansado.com | Oleh: VA Safi’i

Berikut ini adalah puisi karya seniman asal Solo, Wiji Thukul dengan judul: MENCARI TANAH LAPANG. Puisi ini menggambarkan bagaimana situasi di Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta pasca “Peristiwa 27 Juli 1996 Berdarah.”

MENCARI TANAH LAPANG

Jakarta simpang siur

Ormas-ormas tiarap

Tiap dengar berita

Pasti ada aktivis yang ditangkap

Telepon-telepon disadap

Koran-koran disumbat

Rakyat was-was dan pengap

Diam-diam orang cari informasi

Dari radio luar negeri

“Jangan percaya

Pada berita mass media cetak

Dan elektronik asing!”

Penguasa berteriak-teriak setiap hari

Nasionalismenya mirip-mirip Nazi

(Agustus 1996)

Catatan:

Pasca Peristiwa 27 Juli 1996 Berdarah, situasi nasional Indonesia, khususnya di Pulau Jawa menjadi mencekam. Kader dan simpatisan PRD diburu habis-habisan. Organisasi-organisasi kemasyarakatan “pro demoktrasi” pada tiarap dan menyalahkan PRD.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *